Rabu, 20 Oktober 2010

Hijab Yang Tersingkap

Ayah mau pergi kemana ? kok habis shubuh sudah kelihatan rapi ?....tanya anak kepada ayahnya....Ayahnya menjawab : Aku mau mengantarkan kamu mendaftar di Perguruan Tinggi....Ndak usahlah ayah ikut, aku kan sudah besar, aku berani kok berangkat sendiri, lagian aku malu kalau ketemu teman - temanku nanti pinta anaknya....Sang ayah yang memang tidak lulus SD ini kemudian berkata kepada anaknya....Ayah ingin tahu kayak apa Perguruan Tinggi itu dan ayah juga pingin tahu tempat kamu kuliah itu.

Akhirnya si anak tidak mampu membendung keinginan sang ayah untuk ikut pada hari itu maka berangkatlah mereka dari sebuah desa yang belum pernah ada satu sarjana pun di desa itu....Dan ketika sudah sampai di kampus, sementara si anak sibuk mengurus dokumen pendaftaran sedangkan ayahnya terlihat duduk di lantai di salah satu sudut bangunan kampus sambil BIBIRNYA SELALU BERGERAK LIRIH DAN MATANYA BASAH DENGAN AIR MATA....bibirnya senantiasa di gerakkan untuk berdzikir untuk memanjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu dan air mata itu adalah harapan yang tumpah kepada anaknya....dia menyerahkan anaknya kepada Allah....bukan kepada gedung - gedung kampus itu dan seluruh isinya.

Hari pertama kuliah si anak sudah di kejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya....salah satu dosen bertanya kepadanya....dari mana asalnya mas ?....agak malu - malu kemudian di jawab olehnya bahwa dia dari daerah yang sangat desa, yang belum ada listrik, belum ada telpon, belum ada sarana angkutan, ini dan itu....Tiba - tiba dosen matematika tersebut tersentak kaget mendengar jawaban mahasiswanya yang baru itu....Bapak berasal dari desa lain yang tak jauh dari desamu dan dulu waktu di SD mempunyai teman dari desamu itu....kami sama - sama berangkat sekolah SD yang sangat jauh dari tempat tinggal kami....dia sangat cerdas dan bapak belum pernah mampu mengalahkan kecerdasan dia terutama dalam pelajaran berhitung....sayang dia tidak sampai lulus SD karena tidak ada yang membiayai sekolahnya, dia anak orang miskin....namanya fulan bin fulan.

Hari itu si anak tersentak bagai disengat aliran listrik badannya....nama ayahnya disebut oleh dosennya yang sangat terkenal dan di hormati di kampus itu....ayahnya dikatakan sebagai teman yang cerdas....belum pernah terkalahkan dalam semua mata pelajaran terutama berhitung dimana dosen tersebut mendapatkan gelar doktornya dalam hal itu....si anak tidak kuat menahan air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya segera dia mohon ijin kemudian berlari menuju ke kamar kecil dan menumpahkan tangisnya disana....dalam hatinya berkecamuk rasa yang mendalam, merasakan betapa ayahnya memendam begitu lama keinginan untuk menyalurkan kemampuannya selama ini yang terpendam dalam dirinya....dan saatnya tiba, keinginan itu diberikannya kepada dirinya....anak sulungnya.

Sejak itu si anak terlecut untuk benar - benar memanfaatkan waktu hanya untuk belajar....belajar....dan belajar....sudah ribuan meter per segi sawah yang terjual, perhiasan ibu yang sering keluar masuk gadai....dan Allah SWT mengabulkan doa sang ayah untuk mempunyai seorang anak....SARJANA....SARJANA PERTAMA YANG ADA DI DESANYA....ayah masih belum begitu banyak tersenyum....sangat berbeda dengan kegembiraan anaknya yang meluap....ayah masih terlihat seperti kebiasaannya....BIBIRNYA SELALU BERGERAK....BERDZIKIR.

Hari bersejarahpun datang, si anak masih terlelap dalam tidurnya di rumah kos nya....tiba - tiba menjelang shubuh di bangunkan oleh penjaga kos bahwa ada ayah di depan....dengan langkah yang masih gontai si anak berlari dan di depan sudah ada Ayah....dari jam berapa ayah sampai disini tanyanya ?....DARI JAM 3 PAGI TADI jawab ayahnya.....kenapa ayah ndak mau masuk saja ?....kasihan kamu pasti capek menyiapkan segala sesuatunya untuk wisuda pagi ini timpal ayahnya....Ya Allah, dengan apa kebaikan ini harus terbalas ?....kembali hati si anak terkoyak.

Sampai di rumah setelah wisuda ayah masih tidak banyak tersenyum bangga....ayah masih seperti dulu, seperti gunung es yang kokoh yang menyimpan milyaran bongkahan keinginan dan harapan kepada anaknya yang masih terpendam.

Hari - hari selanjutnya di lalui si sarjana dengan berusaha sekuat tenaganya untuk mendapatkan pekerjaan, dan Alhamdulillah....hanya selang satu minggu setelah wisuda si anak sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan multi nasional....Procter & Gamble Indonesia....7 tahun kemudian pindah ke Makro Indonesia....kemudian pindah kerja lagi di Warner Lambert Indonesia....dan 10 tahun terakhir si anak telah menempati posisi yang cukup tinggi di The Coca - Cola Company....namun sampai posisi anaknya di perusahaan berada diatas....ayah masih seperti yang dulu, tidak banyak senyum....yang dimaknai pimpinan perusahaan besar dari Amerika itu bahwa ayahnya belum bangga kepada anaknya.

Kegundahan hati anak yang sudah 20 tahun bekerja di beberapa perusahan besar Amerika ini akhirnya melahirkan sebuah keputusan besar....si anak berhenti bekerja karena sebab keinginannya untuk membahagiakan ayahnya....dan ketika sang ayah mendengar bahwa anaknya akan keluar kerja dari perusahaan yang justru banyak sekali orang menginginkannya....ayah tetap dingin, tidak banyak tersenyum....dan tetap seperti gunung es.

Sarjana mantan manager beberapa perusahaan besar ini akhirnya menemukan jalan hidup yang dia pikir akan membuat ayahnya bangga dan bahagia....dia buka lagi kitab - kitab semasa dia di pesantren, dia borong buku - buku agama sehingga memenuhi seluruh sudut dan ruangan yang ada di rumahnya.....dan ketika dia diminta oleh seseorang yang berasal dari desanya untuk mengisi tausiah dalam suatu acara walimatul khitan....dalam hati orang dewasa....mantan manager perusahaan besar yang masih menjadi anak yang belum bisa membuat bangga dan bahagia ayahnya ini....pasti nanti ayah datang dalam acara tersebut.

Malam itu anak ini melihat ayahnya duduk di deretan kursi paling depan dari 500an undangan yang hadir....langsung saja dihampirinya dengan salam dan salim mencium tangannya....dan ketika acara tausiah, mauidhoh tiba....saatnya si ustadz mantan manager ini berjalan sambil membungkukkan badanya kepada ayahnya....si ustadz ini kemudian membuka dengan mukadimah yang begitu lancar dengan memilih kata - kata untuk di rangkai menjadi kalimat - kalimat indah dan penuh hikmah....dengan uraian mudah yang dapat di pahami....tema birrul walidain dikupasnya dengan rujukan kitab SUBULUS SALAAM DAN KITAB BUYUTIL QULUUB....si anak yang saat itu menjadi ustadz ini melihat....AYAHNYA MENANGIS SESENGGUKAN....AIR MATANYA MEMBASAHI WAJAHNYA....melihat dan mendengarkan tausiah anaknya.

Dalam perjalanan pulang yang memakan waktu 1 jam....tak henti - hentinya tangis yang di tumpahkan si anak ini dengan memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah....Ya Allah, Engkau telah menunjukkan jalan yang harus hamba lewati....YANG MEMBUAT AYAH BAHAGIA DAN BANGGA....gunung es itu telah mencair.

Dan ketika bertemu dengan sahabat yang sangat dekat dengan ayah....sahabat ayah itu berkata....dari dulu ayahmu, sejak kami masih muda dan bersama - sama di pandu gerakan anshor....Ayahmu itu menginginkan kelak anaknya menjadi....SEORANG MUBALLIGH....SEORANG USTADZ....Yaa Salaam.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman : Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata : (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman :Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. QS 2 : 12.


http://www.facebook.com/pages/Keluarga-Sakinah/103293261987

Tidak ada komentar:

Posting Komentar